Beranda Ekonomi Keuangan BUMN Konstruksi Bisa Jebol

Keuangan BUMN Konstruksi Bisa Jebol

61
0
BAGIKAN

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek-proyek yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo membuat sejumlah korporasi pelat merah harus mengatur napas keuangan mereka akibat tingginya beban keuangan yang harus ditanggung untuk membiayai proyek-proyek penugasan.

Dari sektor konstruksi, misalnya, arus kas dari aktivitas operasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tercatat negatif pada akhir 2017. Kendati demikian, PT PP (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mampu membukukan arus kas positif pada tahun lalu.

Menurut data yang dihimpun Bisnis.com, arus kas dari aktivitas operasi Waskita Karya masih positif Rp917 miliar pada 2015. Akan tetapi, kondisi tersebut berbalik menjadi defisit Rp7,7 triliun pada 2016 dan Rp5,5 triliun pada 2017.

Kondisi serupa terjadi di arus kas Adhi Karya yang tercatat negatif Rp3,2 triliun pada 2017. Padahal, emiten berkode saham ADHI itu masih membukukan arus kas positif Rp241 miliar pada 2015.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang mengklaim empat kontraktor pelat merah tersebut masih memiliki kemampuan menggarap proyek. Akan tetapi, untuk konsesi baru memang diperlukan penyertaan modal negara (PMN).

Secara detail, Bambang mengatakan untuk proyek infrastruktur pemerintah, yang memerlukan investasi langsung BUMN, memang diperlukan PMN. Apalagi, proyek tersebut belum memiliki nilai ekonomis.

“Kalau tidak dikasih PMN [proyek konsesi baru] atau kurang maka konsekuensinya pekerjaan akan mundur. Kalau tidak diberi PMN bisa jebol makanya kita jaga supaya keuangan mereka tidak jebol,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (4/6).

Untuk proyek yang sedang berlangsung, sambungnya, pemerintah memastikan BUMN tidak berutang langsung kepada pemberi pinjaman. Artinya, penghimpunan dana dilakukan melalui instrumen seperti obligasi.

Bambang mengatakan Kementerian BUMN akan mengawasi dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada baik tagihan dana talangan maupun alternatif pendanaan.

Salah satunya fasilitasi pendanaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ruas tol dan pembayaran proyek kereta api ringan Palembang Waskita Karya.

Editor : Ana Noviani

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here