Beranda Info Religi Kabbalah Adalah Cabang Mistik Agama Yahudi

Kabbalah Adalah Cabang Mistik Agama Yahudi

24
0
BAGIKAN

Jakarta – Kita mungkin tahu betul fenomena ilmu sihir yang merebak bagai jamur di musim hujan di tengah masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia secara umum. Kesyirikan ini dikemas dalam berbagai tampilan yang elegan sehingga tampak lebih modern seperti yang kita lihat dalam acara hipnotis pada acara reality show, atau dengan ritual ritual aneh menggunakan sesajeni dupa dan lain lain.

Sebenarnya hipnotis hanyalah fenomena kesurupan jin/setan seperti kesurupan pada umumnya, tetapi jin/setan yang merasuk dalam orang yang terhipnotis itu bekerjasama dengan si penghipnotis atau dibawah kendali penghipnotis sehingga bisa dikendalikan, sedangkan kesurupan yang terjadi di berbagai tempat umum seperti sekolah, pabrik dan lain lain yang kadang diberitakan di media masa, maka jin/setan yang merasuk itu tidak ada yang mengendalikan sehingga perbuatan mereka tidak terkontrol.

Hipnotis termasuk sihrul ‘ain yang artinya sihir tipuan mata. Pada masa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassallam_ hipnotis juga terjadi, dalam sabdanya “ al ‘ainu haq”. (HR Abu Daud,Tirmidzi dan Ibnu Majah/shohih menurut Albani dalam Shohih al Jami’u Shogir no 7503).

Sihir mata itu benar ada. Karena jin/syetan bisa merasuki seseorang lewat pandangan mata itu. Tentunya cara apapun yang dilakukan dalam praktek sihir dia merupakan dosa besar syirik.

Alloh _Subhanahu wata’ala berfirman:
“Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-NYA. Barang siapa yang mempersekutu (sesuatu) dengan Alloh maka dia telah tersesat dengan sejauhnya”. (QS. An Nisa [4] :116).

Konon kebanyakan selebritis dunia mempelajari dan memperaktekkan jenis sihir hipnotis ini untuk menuai popularitasnya. Mereka mendapatkannya lewat ritual kabbalah yang kabarnya menjadi agama alternatif bagi sejumlah selebritis dunia. Sejatinya Kabbalah adalah kepercayaan Yahudi yang amat rahasia.

AJARAN KABBALAH
Arannya berupa ilmu sihir dan ritual pemujaan setan yang telah dikembangkan sejak ribuan tahun.

Kabbalah diambil dari bahasa ibrani: qibil yang bermakna menerima atau tradisi warisan, disampaikan dengan cara dari mulut ke telinga. Pada awalnya para imam Kabbalah tinggal di Irak, kemudian menyebar ke Mesir Kuno dan Palestina Kuno.

Salah seorang imam tinggi _Kabbalah_ ialah Samiri, tokoh di balik penyesatan Bani Israel yang mengajak untuk menyembah patung anak lembu yang terbuat dari emas. Beberapa waktu setelah berakhirnya penjajahan Romawi di Palestina, para imam tinggi _Kabbalah_ memutuskan tradisi okultisme kuno itu untuk dijaga secara tertulis dan dijilid sebagai usaha agar ajaran itu dapat diwariskan kepada Yahudi berikutnya.

Kaum Yahudi Kabbalis sebagaimana ajaran Samiri, secara terangterangan menolak Alloh Ta’ala.

Menurut iman mereka, Iblis atau Lucifer telah diperlakukan secara tidak adil dan ia adalah satu-satunya tuhan yang berhak disembah. Mereka menyebutnya dengan nama Lucifer, yang berarti pembawa sinar cahaya. Penggunaan kata Iblis dianggap sebagai penghujatan kepada tuhan mereka.

Adalah gedung Adhuc Stat Loji Bintang Timur yang berlokasi di Menteng Jakarta Pusat saat ini di gunakan kantor Bappenas. Dulu gedung ini dikenal masyarakat sebagai gedung setan tempat para anggota freemason berhubungan dengan jin atau setan. Gedung yang sama dibangun dibeberapa propinsi Indonesia sejak jaman Belanda, hal ini menunjukkan akar gerakan penyembah iblis ini pernah mengakar di negara tercinta ini.

Salah satu tema penting yang berkaitan dengan kepercayaan kabbalah ialah kekuasaan yang datang dari cahaya, api dan matahari yang merupakan perlambang dari ajaran penyembahan kepada Iblis, yang dipercayai diciptakan dari api. Menurut ajaran Kabbalah manusia tidak butuh akan Alloh. Mereka menyebut paham ini dengan istilah humanisme, bahwa manusia berdaulat untuk mengatur hidupnya sendiri di dunia. Di beberapa negara terdapat organisasi-organisasi “Kabbalis Mason” yang berkedok amal yang bekerja untuk kebaikan masyarakat.

Namun, di balik klaim mereka terdapat sebuah pesan yang mengelabui publik, mengklaim bahwa moralitas dapat terwujud tanpa agama, dan bahwa sebuah dunia yang bermoral dapat dibina tanpa tuhan*. Kaum Kabbalis menyebarkan paham ini kepada kaum non-Kabbalis untuk menghancurkan keimanan manusia kepada Alloh.

Zoroasterisme adalah salah satu cabang dari kepercayaan Kabbalah yang menyebar ke Persia dengan praktek keagamaannya lebih menekankan pada sihir bersama penyembahan kepada Iblis. Begitupun peradaban Mesir kuno merupakan salah satu contoh sistem tanpa tuhan.

Pengagungan iblis atau satanisme saat ini sangat kuat mewarnai kehidupan masyarakat. Tayangan mistis, iklan iklan klenik dan sinetron mistis banyak menghiasi berbagai media. Ketika rasionalisme banyak mengikis realita supra natural dari benak manusia. Satanisme bertahan menunjukkan giginya, bahkan secara kuat menanamkan akarnya di Barat, bukan hanya di Asia.

Di Perancis yang mayoritas penganut Katolik, kini tercatat dukun klenik 2 kali lipat jumlah pastur yang ada, dan di Jerman jumlah dukun klenik 3 kali lipat dari jumlah pastur yang ada. Di kampus-kampus California penyebaran “Satanic Bible” sepuluh kali lebih banyak dari penyebaran The Bible. Sebuah patung setan telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Natre Dame (Paris) berwujud patung binatang manusia bertanduk dengan posisi bertopang dagu dan dipunggungnya terdapat 2 sayap dan dinamakan “patung setan”.

Di Amerika 75 mil dari San Fransisco berdiri “Bohemian Club” kelompok penyembah setan. Konon anggotanya terdiri dari para pemimpin negara maju dan para pejabat publik, dll membangun sebuah altar dengan patung burung hantu setinggi 40 kaki dengan menumbal seorang bayi untuk di bakar dalam setiap upacara.

Cabang-cabang satanisme yang juga bisa kita lihat di tengah masyarakat seperti tahayyul, kehidupan seseorang tergantung pada tata letak dan peredaran rasi bintang (shio, hongsui dll), mistik, magic dan spiritisme (roh orang dan binatang yang sudah mati tetap hidup dan dapat berhubungan dan mengganggu manusia).

Bahkan pelebelan warung makan secara sadar atau tidak kita dapati menyebar di tengah masyarakat seperti; “baso setan, nasi goreng setan, sambel jahannam dan istilah lain yang membuat kita banyak mengelus dada dan bertanya apakah sampai sejauh ini pengaruh hebat Kabbalisme Satanisme.

Na’udzubillahi, Laa haula Wa Laa Quwwata Illa Billah. (Cus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here