Beranda Ekonomi Ekonomi Kreatif Fintech Ilegal China Kian Masif Hati-Hati Penawaran Layanan P2P

Fintech Ilegal China Kian Masif Hati-Hati Penawaran Layanan P2P

116
0
BAGIKAN

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah penyedia jasa pinjam meminjam langsung berbasis teknologi atau financial technology (fintech) lending ilegal asal China yang aktif menawarkan jasanya kepada maysarakat Indonesia memang terbilang masif.

Hal itu terungkap dalam daftar 227 fintech lending tak terdaftar yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan melawan Hukum di Bidang penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi baru-baru ini.

Kendati begitu, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyatakan bahwa faktor penyebab yang dikaitkan dengan kian ketatnya regulasi dan persaingan industri fintech di di Negeri Tirai Bambu masih merupakan dugaan.

“Ini dugaan saja sebenarnya. Namun, fakta yang ada adalah perusahaan dengan platform yang ada di Indonesia itu kebanyakan perusahaan yang berbasis di China,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (6/8/2018).

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Waspada Investasi, hampir lebih dari separuh fintech lending tak berizin itu berasal dari China. Beberapa nama asing di antaranya Aku Rupiah (platform dari Fnsudai Fintech Ltd.), Cinta Rupiah (Li Chen), Duit Instan (Xiehualei), Pinjaman Dana (Xinhe), dan Cash Store (Sanjay Bankar).

Satu developer bahkan membuat sejumlah aplikasi dengan nama yang berbeda. Developer tersebut terbukti belum terdaftar di OJK dan tidak memiliki kantor atau jajaran direksi di Indonesia.

Tongam sebelumnya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran layanan peer-to-peer (P2P) lending yang tidak mengantongi bukti tanda terdaftar maupun izin dari OJK.

“Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut, karena tidak berada di bawah pengwasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia
Tag : ojk, fintech, peer to peer lending
Editor : Yusuf Waluyo Jati

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here