Beranda News Daerah Pengaktifan Becak Untuk Pemerataan Kesejahteraan

Pengaktifan Becak Untuk Pemerataan Kesejahteraan

18
0
BAGIKAN

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan becak tak akan masuk ke dalam Jalan Thamrin atau jalanan protokol di Ibu Kota. Pengaktifan kendaraan roda tiga akan diatur zonasinya.

“Jangan membayangkan becak kembali ke Jalan Thamrin, itu orang hidupnya tahun 70an 80an. Hari ini tidak ada orang pakai becak di jalan utama dan kita tidak berencana untuk membuka ke jalan-jalan utama,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan, diizinkannya kembali pengayuh becak di jalanan Jakarta hanya sebagai bentuk praktek pemerataan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat. Sebab, kata dia, meski selama ini dilarang, tapi keberadaan becak masih tetap ada di pelosok Jakarta.

“Karena itu saya ingin mengatur sehingga mereka bisa berkegiatan tanpa merugikan ketertiban umum tanpa merugikan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Anies memberi pesan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memperhatikan warga menengah ke bawah. “Jangan hanya memfasilitasi mereka yang besar-besar, kita ingin yang besar tumbuh tapi jangan menggilas yang kecil, jangan menyingkirkan yang kecil,” pungkasnya.

Berdasar data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebanyak 1.685 unit becak yang sudah beroperasi di Jakarta. Dengan rincian, ada 185 di kawasan Jelambar dan Bandengan, Jakarta Barat.

Kemudian, sebanyak 1.460 unit becak tersebar di kawasan Jakarta Utara, yakni Pademangan, Teluk Gong, Muara Baru, Tanah Pasir, Koja, Semper Barat, Tanjung Priok, Kalibaru dan Muara Angke. Lalu, ada 40 unit becak yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur. Antara lain di Jatinegara, Cakung, Pulogadung dan Matraman.

Sebelumnya, pandangan berbeda diutarakan Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi yang menilai sebaiknya Pemprov DKI lebih mengutamakan angkutan yang nyaman dan manusiawi.

“Harusnya Pemprov DKI lebih fokus mengembangkan moda transportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan warga Jakarta dan perkembangan zaman. Sudah saatnya Jakarta memiliki transportasi angkutan orang yang modern, canggih, dan manusiawi seperti ibu kota-ibu kota negara lainnya,” kata Prasetio.(aky)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here